PT. Taman Hutan Nasional Gunung Salak Endah (THNGSE) mengembangkan sektor Pariwisata Alam dengan mengedepankan konsep “Eco-Culture Tourism”, yaitu perpaduan antara pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kebudayaan Sunda. Tujuan kami bukan hanya menciptakan destinasi wisata yang menarik, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pariwisata alam yang kami kembangkan tidak sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang edukasi, konservasi, dan pelestarian budaya. Setiap kawasan wisata dirancang dengan pendekatan ekologis yang mempertahankan keaslian hutan, memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan, dan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sunda. Kami percaya bahwa wisata yang baik adalah wisata yang mengajarkan, menjaga, dan memberi makna, bagi pengunjung maupun lingkungan.
Destinasi budaya yang menampilkan seni, musik, dan tarian khas Sunda. Pengunjung dapat belajar langsung mengenai filosofi, arsitektur tradisional, serta ritual adat masyarakat lokal. “Melestarikan budaya bukan sekadar mengenang, tetapi menghidupkannya kembali di tengah generasi muda.
Museum interaktif yang merekonstruksi Keraton Pajajaran abad ke-14 Masehi, dilengkapi dengan diorama sejarah dan artefak kebudayaan Sunda kuno. Museum ini menjadi pusat edukasi budaya sekaligus simbol kebangkitan peradaban lokal.
Kami menjaga keanekaragaman hayati di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan pendekatan community-based tourism (wisata berbasis masyarakat). Setiap kegiatan wisata dikembangkan dengan prinsip “konservasi dulu, eksplorasi kemudian.
Setiap destinasi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar dan kepedulian terhadap alam.
Lebih dari 60% tenaga kerja berasal dari warga sekitar kawasan konservasi.
Program kami didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Pembinaan Potensi Kebudayaan Sunda.
Menggabungkan nilai-nilai tradisi Sunda dengan teknologi interaktif untuk generasi muda.